Pasca Panen, Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Pisang

March 28, 2011 at 6:41 pm Leave a comment

ROAD MAP PISANG

DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA

2005

I. Pendahuluan

 

Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Di Jawa Barat, pisang disebut dengan Cau, di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang.

 

Jenis pisang dibagi menjadi tiga:

  1. Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. paradisiaca var Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Misalnya pisang ambon, susu, raja, cavendish, barangan dan mas.

  2. Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. paradisiaca forma typicaatau disebut juga M. paradisiaca normalis. Misalnya pisang nangka, tanduk dan kepok.

  3. Pisang berbiji yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Misalnya pisang batu dan klutuk.

  4. Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca).

 

Pisang sebagai bahan konsumsi adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Daun pisang dipakai sebagai pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia. Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia. Secara radisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.

 

Kandungan gizi pisang terdiri dari air, karbohidrat protein, lemak dan vitamin A, B1, B2 dan C. Komposisi kandungan gizi pisang dapat dilihat pada tabel berikut :

 

 

 

 

 

 

Tabel…: Komposisi Kandungan Gizi Pisang (Per Berat Basah Isi)

Perkara

% Berat basah air

Air
Gula ringkas
Bukan gula ringkas
Jumlah Karbohidrat
Protein
Lemak

62 – 78
0.4 – 2
1 – 4
18 – 25
0.1 – 0.2
0.1 – 0.2

Vitamin

Isi segar (b.s.j)

B-carotene (A)
Thiamin (B1)
Niacin
Riboflavin (B2)
Pyridoxine (B6)
Vitamin C

1.5 – 2.0
0.3 – 0.6
6 – 12
0.23 – 0.87
3.2
20 – 240

 

Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur, Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang, Hongkong, Cina, Singapura, Arab, Australia, Negeri Belanda, Amerika Serikat dan Perancis. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina.

 

Perkebunan pisang yang permanen (diusahakan terus menerus) dengan mudah dapat ditemukan di Meksiko, Jamaika, Amerika Tengah, Panama, Kolombia, Ekuador dan Filipina. Di negara tersebut, budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur teknis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standard internasional. Hal tersebut menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. Permintaan pisang dunia memang sangat besar terutama jenis pisang Cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia. Selain berpeluang dalam ekspor pisang utuh, saat ini ekspor pure pisang juga memberikan peluang yang baik. Pure pisang biasanya dibuat dari pisang cavendish dengan kadar gula 21-26 % atau dari pisang lainnya dengan kadar gula < 21%. Di Indonesia pisang hanya ditanam dalam skala rumah tangga atau kebun yang sangat kecil. Standard internasional perkebunan pisang kecil adalah 10-30 ha. Angka ini belum dicapai di Indonesia. Tanah dan iklim Indonesia sangat mendukung penanaman pisang, karena itu secara teknis pendirian perkebunan pisang sangat potensial.

 

 

II. Kondisi Saat Ini

 

Budidaya pisang sesuai dengan iklim Indonesia baik dataran rendah maupun tinggi s/d 1300 dpl, dan optimal pada suhu 18 – 27o C, dan secara teknis mudah dibudidayakan. Produksi pisang adalah produksi buah terbesar di Indonesia yaitu 40% dari produksi buah nasional. Budidaya pisang hampir ada di seluruh wilayah di Indonesia (terutama di Jabar, Jatim, Jateng, Sulsel, Sumbar, NTB, Sumsel, Lampung, NTT dan Bali). Daerah sentra produksi pisang diantaranya :

  • Pisang Barangan : sumut

  • Pisang Ambon : lampung, sumbar, jabar, jatim

  • Pisang Raja (bulu, sereh) : jabar, jatim, bali

  • Pisang Kepok : kalimantan, sulawesi

  • Pisang Tanduk: lampung, jabar, jatim

  • Pisang Cavendis : lampung jatim

 

Produksi pisang tidak bersifat musiman dan merata sepanjang tahun. Secara teknis pisang memiliki bermacam varietas yang sesuai dengan berbagai kecocokan penggunaan, diantaranya :

  • Pisang konsumsi pangan

  • Pisang untuk diambil seratnya

  • Pisang liar (utk hiasan interior, taman) untuk diambil lilinnya

  • Pisang tumbuh di perkebunan, pekarangan, ladang dll

 

Sedangkan jenis pisang konsumsi terdiri dari beberapa jenis seperti :

  • Pisang meja untuk konsumsi segar olahan : pisang ambon putih, ambon hijau, ambon lumut, pisang raja, pisang mas, pisang susu, pisang cavendish

  • Pisang olahan : pisang kapok, pisang tanduk, pisang nangka, pisang kapas, uli, siem, raja bulu

Di Indonesia ada 14 kultivar pisang yang dikembangkan di Indonesia, selain itu Indonesia memiliki keragaman plasma nutfah yang besar.

 

Secara usahatani budidaya pisang memberikan keuntungan yang cukup besar dalam waktu yang relatif singkat (1-2th) dengan BEP 1,76 akan tetapi budidaya di Indonesia yang sekarang belum dikelola secara optimal. Produktifitas budidaya pisang semakin membaik, th 1999: 39,1 ton/ha menjadi pada th 2003 : 48,75 ton/ha

 

Tabel Produksi Pisang (dalam ton)

National/ Propinsi Tahun
2000 2001 2002 2003
NASIONAL

3746962

4300422 4384384 4177155
Nanggroe Aceh Darussalam 28076 26491 27833 88682
Sumatera Utara 52132 60235 93467 118808
Sumatera Barat 60015 64099 46389 32244
Riau 37827 37697 31243 56673
Jambi 12301 19841 14664 16059
Sumatera Selatan 69457 79108 95687 95048
Bengkulu 11010 10339 14237 20265
Lampung 142153 142470 184554 319081
Bangka Belitung 0 4857 1154 6870
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 2741 2870 1490 1677
Jawa Barat 1435103 1431941 1473460 1068875
Jawa Tengah 508801 522261 503841 455031
Daerah Istimewa Yogyakarta 38581 39633 41306 46239
Jawa Timur 706266 700836 731230 873616
Banten 0 208854 229511 179696
Bali 60381 90094 124253 102157
Nusa Tenggara Barat 69048 283548 83520 39395
Nusa Tenggara Timur 173446 167757 189543 33992
Timor Timur
Kalimantan Barat 46055 119687 55711 94155
Kalimantan Tengah 14395 16466 16810 15436
Kalimantan Selatan 22706 29409 42445 76059
Kalimantan Timur 24247 27945 42905 58325
Sulawesi Utara 11479 13567 44833 47834
Sulawesi Tengah 34354 33061 45063 57893
Sulawesi Selatan 145999 119884 165036 98973
Sulawesi Tenggara 34601 33443 36554 26280
Gorontalo 0 4300 2094 3237
Maluku 4326 2816 3374 2474
Papua 1462 3794 14005 4177155
Maluku Utara 0 3119 28163 125532

 

 

 

 

Tabel Luas Panen Pisang Indonesia (dalam Ha)

National/ Propinsi Tahun
2000 2001 2002 2003
NASIONAL 73539 76923 74751 85690
Nanggroe Aceh Darussalam 1096 708 562 1790
Sumatera Utara 1526 1705 2638 3118
Sumatera Barat 1434 1523 1032 715
Riau 867 787 829 1242
Jambi 438 403 533 380
Sumatera Selatan 3155 2911 2382 2760
Bengkulu 259 207 321 457
Lampung 3659 4824 5833 7587
Bangka Belitung 0 150 26 291
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 82 50 42 48
Jawa Barat 22899 19591 16347 15446
Jawa Tengah 11046 9380 8643 7981
Daerah Istimewa Yogyakarta 678 759 744 812
Jawa Timur 10265 10515 10141 15727
Banten 0 3686 4362 3532
Bali 1886 2311 2314 2524
Nusa Tenggara Barat 2980 3217 4502 1455
Nusa Tenggara Timur 2585 3846 2169 1445
Kalimantan Barat 1118 1464 635 1448
Kalimantan Tengah 448 693 679 506
Kalimantan Selatan 711 936 1380 2039
Kalimantan Timur 569 883 928 1271
Sulawesi Utara 365 388 978 988
Sulawesi Tengah 581 680 773 992
Sulawesi Selatan 4158 4281 4027 2881
Sulawesi Tenggara 482 582 514 369
Gorontalo 0 144 72 152
Maluku 193 91 127 93
Papua 59 110 307 657
Maluku Utara 0 98 911 6984

 

Belum ada standard produksi pisang di Indonesia, di sentra pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (> 30 ha), produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun.

Produktifitas budidaya pisang di Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel Produktifitas Budidaya Pisang di Indonesia (dalam Ku/Ha)

National/ Propinsi Tahun
2000 2001 2002 2003
NASIONAL 509.52 559.06 586.53 487.5
Nanggroe Aceh Darussalam 256.17 374.17 495.25 495.4
Sumatera Utara 341.63 353.28 354.31 581
Sumatera Barat 418.51 420.87 449.51 451
Riau 436.3 479 376.88 456.3
Jambi 280.84 492.33 275.12 422.6
Sumatera Selatan 220.15 271.76 401.71 344.4
Bengkulu 425.1 499.47 443.52 443.4
Lampung 388.5 295.34 316.4 420.6
Bangka Belitung 0 323.8 443.85 236.1
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 334.27 574 354.76 349.4
Jawa Barat 626.71 730.92 901.36 692
Jawa Tengah 460.62 556.78 582.95 570.1
Daerah Istimewa Yogyakarta 569.04 522.17 555.19 569.4
Jawa Timur 688.03 666.51 721.06 555.5
Banten 0 566.61 526.16 508.8
Bali 320.15 389.85 536.96 404.7
Nusa Tenggara Barat 231.7 881.41 185.54 270.8
Nusa Tenggara Timur 670.97 436.19 873.87 235.2
Kalimantan Barat 411.94 817.53 877.34 650.2
Kalimantan Tengah 321.32 237.6 247.57 305.1
Kalimantan Selatan 319.35 314.2 307.57 373
Kalimantan Timur 426.13 316.48 462.34 458.9
Sulawesi Utara 314.49 349.66 458.42 484.1
Sulawesi Tengah 591.29 486.19 582.96 583.6
Sulawesi Selatan 351.13 280.04 409.82 343.5
Sulawesi Tenggara 717.86 574.62 711.17 712.2
Gorontalo 0 298.61 290.83 213
Maluku 224.15 309.45 265.67 266
Papua 247.8 344.91 456.19 251.9
Maluku Utara 0 318.27 309.14 179.7

Sumber : Pusdatin, DEPARTEMEN PERTANIAN, 2004

 

Sasaran ekspor pisang pada tahun 2025 sebesar 1.000.000 ton. Jepang, Korea, China, Singapura, Malaysia dan negara-negara asia lain. Kepada Standar mutu yang diinginkan negara tujuan dan proses produksi dengan menerapkan GAP.

 

Jenis Pisang utama yang akan di ekspor adalah Pisang Cavendish. Seperti Barangan, Mas dan juga kepok akan dirintis varietas andalan pisang Indonesia. Areal pengembangan pisang dipilih daerah yang masih terbebas dari serangan penyakit layu fusarium dan bakteri. Untuk mencapai sasaran 900.000 ton pada tahun 2025 tersebut maka pada tahun 2010 dan 2015 akan diadakan realisasi ekspor sebesar 30.000 ton dan 150.000 ton yang diharapkan dapat dipasok dari sentra-sentra produksi utama yang dikelola secara komersial.

Propinsi Sektor Komoditi
Sumatera Utara Pertanian Pisang
Sumatera Utara Industri Pengolahan Industri Keripik Pisang
Sumatera Utara Perdagangan Perdagangan Eceran Pisang
Sumatera Barat Pertanian Pisang
Riau Pertanian Pisang
Riau Industri Pengolahan Industri Keripik Pisang
Jambi Pertanian Pisang
Jambi Industri Pengolahan Industri Pisang Sale
Sumatera Selatan Pertanian Pisang
Bengkulu Pertanian Pisang
Lampung Pertanian Pisang
Lampung Industri Pengolahan Industri Keripik Pisang
Lampung Perdagangan Perdagangan Eceran Pisang
Jakarta Pertanian Pisang
Jakarta Pertanian Pisang-Pisangan
Jawa Barat Pertanian Pisang
Jawa Barat Industri Pengolahan Industri Pisang Sale
Jawa Barat Industri Pengolahan Industri Keripik Pisang
Jawa Tengah Pertanian Pisang
Jawa Tengah Industri Pengolahan Industri Pisang Sale
Jawa Timur Pertanian Pisang
Jawa Timur Industri Pengolahan Industri Keripik Pisang
Banten Pertanian Pisang
Banten Industri Pengolahan Industri Keripik Pisang
Bali Pertanian Pisang
Bali Industri Pengolahan Industri Keripik Pisang
Nusa Tenggara Barat Pertanian Pisang
Nusa Tenggara Timur Pertanian Pisang
Nusa Tenggara Timur Pertanian Pisang-Pisangan
Kalimantan Barat Pertanian Pisang
Kalimantan Tengah Pertanian Pisang
Kalimantan Selatan Pertanian Pisang
Kalimantan Selatan Industri Pengolahan Industri Keripik Pisang
Kalimantan Timur Pertanian Pisang
Kalimantan Timur Industri Pengolahan Industri Pisang Sale
Sulawesi Utara Pertanian Pisang
Sulawesi Selatan Pertanian Pisang
Sulawesi Selatan Industri Pengolahan Industri Keripik Pisang
Sulawesi Tenggara Pertanian Pisang
Sulawesi Tenggara Pertanian Pisang-Pisangan
Sulawesi Tenggara Industri Pengolahan Industri Keripik Pisang
Maluku Pertanian Pisang
Maluku Utara Pertanian Pisang
Papua Pertanian Pisang
Irian Jaya Barat Pertanian Pisang

 

 

III. Kendala dan Permasalahan

  • Penyakit fusarium, bakteri pada penanaman pisang, perkebunan swasta sebagai produsen utama untuk ekspor menghentikan produks. Ekspor menurun.

  • Belum merupakan usaha utama, luasan kebun dibawah 1 ha dan sporadis

  • Pengairan, sarana/prasarana kurang memadai

  • Budidaya masih menggunakan benih anakan dgn teknologi minimum input

  • Belum adanya dukungan permodalan sesuai kebutuhan petani

  • SDM pisang belum mengenal teknologi maju/SOP

  • Belum menggunakan teknologi pasca panen dan teknik pemeraman yang baik

  • Kelembagaan petani yg masih lemah dan belum berfungsi

  • Belum ada RUTR utk pisang

  • Kepulauan-kepulauan produsen pisang masih belum mempunyai pelabuhan yg memadai untuk distribusi pemasaran pisang

IV. Kebijakan, Strategi dan Program Pengembangan

Berbagai kebijakan, strategi dan program pengembangan Industri Pisang ditujukan untuk:

  1. Memenuhi kebutuhan konsumsi pisang segar

  2. Memenuhi kebutuhan bahan baku industri pengolahan pisang

  3. Peningkatan kapasitas dan kualitas produksi industri pengolahan pisang

  4. Peningkatan pendapatan petani pisang danpelaku usaha pengolahan

 

Berbagai kebijakan, strategi dan program pengembangan Industri Pisang didasarkan pada nalisa SWOT industri pisang Indonesia seperti tertera di tabel berikut :

STRENGTH

WEAKNESS
  • Sesuai iklim indonesia baik dataran rendah maupun tinggi s/d 1300 dpl, dan optimal pada suhu 18 – 27o C, mudah dibudidayakan
  • Produksi terbesar buah di Indonesia : 40% dari produksi buah nasional
  • Hampir tersedia di seluruh wilayah di Indonesia (terutama di Jabar, Jatim, Jateng, Sulsel, Sumbar, NTB, Sumsel, Lampung, TT dan Bali)
  • Tidak bersifat musiman
  • Produksi merata sepanjang tahun
  • Memiliki bermacam varietas sesuai dengan berbagai kecocokan penggunaan, ada 14 kultivar pisang yang dikembangkan di Indonesia, Indonesia memiliki keragaman plasma nutfah yang besar
  • Usahatani pisang memberikan keuntungan yang cukup besar dalam waktu yang relatif singkat (1-2th) dengan BEP 1,76 akan tetapi budidaya yang sekarang belum dikelola secara optimal
  • Produktifitas semakin membaik, th 1999: 39,1 ton/ha menjadi pada th 2003 : 48,75 ton/ha
  • Keragaman jenis konsumsi pisang, baik sebagai bahan pangan maupun industri pengolahan pisang
  • SDA agroekologi humid tropic
  • SDM petani/swasta yang cukup besar
  • Penyakit fusarium, bakteri pada penanaman pisang, perkebunan swasta sebagai produsen utama untuk ekspor menghentikan produksi. Ekspor menurun.
  • Belum merupakan usaha utama, luasan kebun dibawah 1 ha dan sporadis
  • Pengairan, sarana/prasarana kurang memadai
  • Budidaya masih menggunakan benih anakan dgn teknologi minimum input
  • Belum adanya dukungan permodalan sesuai kebutuhan petani
  • SDM pisang belum mengenal teknologi maju/SOP
  • Belum menggunakan teknologi pasca panen dan teknik pemeraman yang baik
  • Kelembagaan petani yg masih lemah dan belum berfungsi
  • Belum ada RUTR utk pisang
  • Kepulauan-kepulauan produsen pisang masih belum mempunyai pelabuhan yg memadai untuk distribusi pemasaran pisang

 

OPPORTUNITY

TREAT

  • Unggulan ekspor indonesia sejak 1996-1999 tp turun drastis pada tahun 2002 hy 512 ton
  • Konsumsi 2002 domestik : 7,8 kg/org/th luar negeri/negara maju 22,05 kg/org/hari
  • Populer di domestik dan internasional sebagai buah/sumber karbohidrat, vitamin dan mineral
  • Andalan ekspor nasional selain nenas, manggis dan mangga
  • Rantai pemasaran yang terlalu panjang
  • Impor meningkat karena permintaan pasar ritel, hypermarket dan toko buah yang menginginkan mutu baik

 

 

 

V. Penutup

Komoditi pisang adalah salah satu komoditas unggulan pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Baik terkait dengan karakteristik teknis, sosial maupun ekonomis, dan dapat dibudidayakan di seluruh wilayah di Indonesia. Kebijakan, strategi dan program kegiatan pengembangan komoditi pisang disusun setelah memperhatikan berbagai aspek sehingga kebijakan, strategi dan program kegiatan yang dibuat nantinya dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

Berbagai kebijakan, strategi dan program pengembangan Industri Pisang tahun 2006-2009 dapat dilihat pada tabel berikut :

NO

URAIAN

PERMASALAHAN

KEBIJAKAN YG BERLAKU

USULAN KEBIJAKAN

PROGRAM/ KEGIATAN

ESTIMASI KEB. DANA 2006

KET.

1 Pasca panen 

 

  • Perlakuan paska panen di lapangan masih sederhana
  • Belum ada kebijakan penerapan pasca panen
  • Mendorong/mewajibkan petani melakukan perlakuan pasca panen
  • Fasilitasi penerapan pasca panen pisang sesuai SOP (apresiasi & pilot project)
  • Panduan perlakuan pasca panen pisang
untuk meningkatkan shell life dan appearance quality pisang
2 Pengolahan
  • Industri pengolahan pisang yang telah ada masih sederhana, skala kecil/rumah tangga dgn produk yang msh belum beragam
  • Belum ada insentif kebijakan investasi
  • Promosi usaha pengolahan pisang

 

 

  • Sosialisasi aneka produk pengolahan pisang
  • Magang aneka olahan pisang
  • Brosur aneka pengolahan pisang
  • Analisa kelayakan usaha pengolahan pisang
  • Skim bantuan modal
  • Panduan aneka pengolahan pisang
Pengembangan industri pengolahan pisang pada tahun 2025 akan diarahkan pada pembuatan tepung pisang, puree, pasta atau selai yang diperkirakan menghasilkan 300.000 ton pisang olahan. Kebutuhan bahan baku diperkirakan sekitar 60.000 ton.
3 Mutu
  • Belum adanya SOP pengolahan pisang dan standard mutu aneka olahan pisang
-
  • SNI aneka olahan pisang
  • Sistem pembinaan dan pengawasan mutu
  • Penyusunan SNI aneka olahan pisang
  • Sosialisasi Penerapan sistem jaminan mutu sesuai
  • Peningkatan SDM petugas pembina dan pengawas mutu
kriteria mutu yang diharapkan: kulit mulus dan tidak ada luka atau lecet, bentuk buah seragam, tingkat kematangan optimal, Rasa yang konsisten, aman dikonsumsi
4 Pasar domestik
  • Konsumsi pisang indonesia masih rendah
  • Panjangnya rantai/distribusi pemasaran.
  • Kebutuhan bahan baku industri olehan pisang masih belum terkelola dgn optimal
  • Belum adanya promosi konsumsi pisang
  • Belum adanya kebijakan retensi bahan baku impor pisang untuk industri pengoalhan pisang
  • Promosi konsumsi pisang
  • kebijakan retensi bahan baku impor pisang untuk industri pengoalhan pisang
  • Pameran/sosialisasi/apresiasi konsumsi pisang dan olahan pisang
  • Kebijakan retensi bahan baku impor pisang untuk industri pengolahan pisang
  • Kajian rantai pemasaran pisang
5 Pasar Internasional
  • pasr internasional
  • Promosi luar negeri masih terbatas
  • Informasi pasar berdasrkan segmentasi masih terbatas
  • Fasilitasi pelaksanaan promosi
  • Fasilitasi PIP
  • Analisa pasokan, permintaan dan harga
  • Sasaran ekspor pisang pada tahun 2025 sebesar 1.000.000 ton dengan tujuan : Jepang, Korea, China, Singapura, Malaysia dan negara-negara asia lain. Kesesuaian dengan standar mutu yang diinginkan negara tujuan/CODEX dan proses produksi dengan menerapkan GAP.
  • 2010 dan 2015 akan diadakan realisasi ekspor sebesar 30.000 ton dan 150.000 ton yang diharapkan dapat dipasok dari sentra-sentra produksi utama yang dikelola secara komersial.
  • Jenis Pisang utama yang akan di ekspor adalah Pisang Cavendish.
  • Dirintis varietas andalan pisang Indonesia : seperti Barangan, Mas dan juga kepok

agribisnis.deptan.go.id/…/Road+map+pisang.doc&folder=PENGOLAHAN-HASIL-PERTANIAN 6:54

About these ads

Entry filed under: pertanian. Tags: , .

Menghapus Blog WordPress Lobster

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Recent Posts


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: