MEMORI SEKUNDER

June 30, 2009 at 10:34 pm Leave a comment

1. KONSEP DASAR

  • Menyimpan data bersifat tetap (non volatile), baik pada saat komputer aktif atau tidak.
  • Memori sekunder biasa disebut juga memori eksternal yaitu perangkat keras untuk melakukan operasi penulisan, pembacaan dan penyimpanan data, di luar memori utama.
  • Memori sekunder mempunyai dua tujuan utama yaitu sebagai penyimpan permanen untuk membantu fungsi RAM dan yang untuk mendapatkan memori murah yang berkapasitas tinggi bagi penggunaan jangka panjang.

2. BERBAGAI JENIS MEMORY SEKUNDER

2.1. Berdasarkan  Jenis Akses Data

Berdasarkan jenis aksesnya memori sekunder dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu :

  1. DASD (Direct Access Storage Device) di mana ia mempunyai akses langsung terhadap data.
Contoh :

ü     Magnetik (floppy disk, hard disk).

ü     Removeable hard disk (Zip disk, Flash disk).

ü     Optical Disk.

  1. SASD (Sequential Access Storage Device) : Akses data secara tidak langsung (berurutan), seperti pita magnetik.

2.2. Berdasarkan  Karakteristik Bahan

Berdasarkan karakteristik bahan pembuatannya,  memori sekunder digolongkan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut:

  1. a. Punched Card atau kartu berlubang

Merupakan kartu kecil berisi lubang-lubang yang menggambarkan berbagai instruksi atau data. Kartu ini dibaca melalui puch card reader yang sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 1979.

  1. b. Magnetic Disk

Magnetic Disk merupakan disk yang terbuat dari bahan yang bersifat magnetik, Contoh : floppy dan harddisk.

  1. c. Optical Disk

Optical disk terbuat dari bahan-bahan optik, seperti dari resin (polycarbonate) dan dilapisi permukaan yang sangat reflektif seperti alumunium. Contoh : CD dan DVD

  1. d. Magnetic Tape

Sedangkan magnetik tape, terbuat dari bahan yang bersifat magnetik tetapi berbentuk pita, seperti halnya pita kaset tape recorder.

2. FLOPPY DISK

Floopy disk muncul dengan dilatar belakangi dengan diperlukannya suatu cara untuk distribusi software. Perangkat ini pertama kali ditemukan oleh IBM untuk mencatat informasi pemeliharaan mainframe dari staff pelayanan.

Perangkat ini sering disebut media penyimpanan rotational atau direct cyclic access. Head langsung menyentuh disket hal ini akan menyebabkan floppy disk yang memang sudah tipis itu akan lebih cepat aus.

2.1. Teknik  “ Baca – Tulis ”

Magnetic Disk, termasuk floppy disk, melakukan perekaman dan pengambilan kembali data melalui sebuah coil yang disebut sebagai  head. Proses perekaman dan pembacaan tersebut bisa terjadi secara single read/write head atau terpisah.

Selama proses terjadi, head adalah stationary sedangkan piringan disk yang digunakan sebagai media penyimpanan dan biasa disebut platter, berputar untuk mengarah pada suatu lokasi baca tulis yang ditentukan.

Proses baca (read):

  • Floppy aktif sampai head menghasilkan medan magnet
  • Pulse dikirim ke head
  • Pola magnetis terekam pada permukaan di bawahnya.

Proses Read (Tradisional) :

  • Medan magnet bergerak berhubungan dengan head coil yang sedang aktif
  • Headnya baca = Head Tulis

Proses Read (Komtemporer) :

  • Memisahkan head baca dan head tulis
  • Terdapat dinamo kecil yang dilindungi memberi hambatan sensor MR (Magneto Resistive)
  • Merupakan Operasi untuk frekuensi tingkat tinggi

2.2.   Organisasi Data dan Karakteristik

Data pada sebuah disk direkam dalam suatu area konsentrik yang disebut dengan tracks.

Ketika suatu program dalam komputer membutuhkan akses informasi pada disk, maka program tersebut meminta unit I/O untuk melakukan transfer. Sistem membutuhkan waktu dalam memindahkan head read/write ke track yang dituju. Waktu tambahan juga dibutuhkan untuk memutar data yang ada disekitar head.

Karakteristik Disk
  • Byte, menentukan kapasitas.
  • Sector, bagian dari track.
  • Track
  • Sisi

Contoh :

Floppy Disk 5¼“

Double

Density

High

Density

Byte per sector

512

512

Sector per track

9

15

Track per sisi

40

80

Sisi

2

2

Kapasitas (Kilo Byte)

360

1200

Floppy Disk 3½“

Double

Density

High

Density

ExtraHigh

Density

Byte per sector

512

512

512

Sector per track

9

18

36

Track per sisi

80

80

80

Sisi

2

2

2

Kapasitas

720

1440

2880

3. HARD DISK

Harddisk sekarang, erat hubungannya dengan baik buruknya kerja komputer secara umum. Dengan kapasitas harddisk yang memadai dan kecepatan putar yang tinggi, diharapkan dapat meningkatkan kinerja komputer.

3.1. Komponen-komponen dalam sebuah HARDDISK :

Platter

  • Platter merupakan sebuah pelat atau piringan yang berfungsi sebagai penyimpan data.
  • Memiliki pola-pola magnetis pada sisi-sisi permukaannya.
  • Piringan ini terbuat dari metal yang mengandung jutaan magnet-magnet kecil yang disebut dengan magnetic domain.
  • Domain-domain ini diatur dalam satu atau dua arah untuk mewakili binary “1” dan “0”.

Harddisk-harddisk terbaru, sebuah pelat biasanya memiliki daya tampung 10 sampai dengan 20 Gigabyte. Sebagai contoh, sebuah harddisk yang berkapasitas 40 Gigabyte, biasanya terdiri dari dua buah pelat yang masing-masing berkapasitas 20 Gigabyte.

Spindle

  • Spindle merupakan suatu poros tempat meletakkan platter. Poros ini memiliki sebuah penggerak yang berfungsi untuk memutar pelat harddisk dan disebut dengan spindle motor.
  • Menentukan kualitas harddisk karena makin cepat putarannya, berarti makin bagus kualitas harddisknya.
  • Satuan pengukuran perputaran adalah RPM (rotation per minutes). Ukuran yang sering kita dengar untuk kecepatan perputaran ini antara lain 5400, 7200 atau 10000 rpm.

Head

  • Head merupakan piranti yang berfungsi untuk membaca data pada permukaan pelat dan merekam informasi ke dalamnya.
  • Head ini berupa piranti elektromagnetik yang ditempatkan pada permukaan pelat dan menempel pada sebuah slider.
  • Slider sendiri melekat pada sebuah tangkai yang disebut dengan actuator arms.
  • Actuator arms ini sendiri dipasang mati pada poros actuator dan dikendalikan oleh suatu papan yang disebut dengan logic board.

Logic Board

Logic board merupakan papan pengendali yang mengkomunikasikan setiap pertukaran informasi yang dibutuhkan antara komponen-komponen harddisk dengan komponen komputer yang lain.

Kemudian sebuah kabel pita tipis menghubungkan board ini dengan actuator sehingga keduanya dapat berkomunikasi dan board mengatur gerakan-gerakan actuator tersebut.

32. Perkembangan Teknologi HARDDISK

ST 506 : standard hardisk pertama (1978-1989)

  • Produsennya adalah Shugart Technologies.
  • Controller diletakkan pada salah satu slot PC, dan dapat mengontrol sampai dua harddisk.
  • Sistem pengkabelan yang digunakan adalah menggunakan kabel 20-wire untuk data dan 34 wire untuk sinyal kontrol.
  • Harddisk ini mampu melakukan proses transfer data hingga 7,5 juta bit per detik.
  • Controler ST506 memisahkan bit data dengan bit pengaturan waktu.
  • Drive ini memindahkan fungsi pemisahan data ke dalam drive. Sehingga noise antara contoller dan harddrive tidak akan mempengaruhi pemisahan data.
  • ESDI ini mendukung jumlah transfer data sampai 24 juta bit per detik.
  • Kelebihan lainnya : drive dapat melaporkan sendiri ukuran dan geometrinya kepada controller sehingga dapat mengatasi kompleksnya pemberian informasi tentang sector, silinder, head dan sebagainya.
  • Istilah SCSI, (baca “skasi”), mengacu pada sebuah antar muka yang menawarkan kapasitas lebih besar dengan kecepatan pemindahan data yang lebih tinggi.
  • Ketika awal diciptakan, mampu mengirimkan data pada kecepatan 20 megabyte per detik dan ditingkatkan hingga menjadi 100 megabyte per detik.
  • SCSI dikenal sebagai interface “pintar” dan mampu menghubungkan peralatan ke komputer yang berbeda sehingga banyak digunakan untuk nerwork server.
  • Pada teknologi ini, logika controller diintegrasikan dengan harddisk. Disk dihubungkan ke sistem dengan slot ekspansi konvensional dengan biaya yang cukup murah.
  • Memungkinkan adanya metode perekaman khusus dengan laju perpindahan tinggi.
  • Platform standard teknologi harddisk di masa depan.
  • Keunggulan harddisk serial ATA adalah dalam hal kecepatan yang mencapai 600 MB/s

ESDI – Enhanced Small Device Interface (1983-1991)

SCSI – Small Computer System Interface (1986-sekarang)

IDE –  Integrated Drive Electronics (1986-sekarang)

Teknologi serial ATA (2002-sekarang)

Entry filed under: Uncategorized. Tags: , , , .

Menyisipkan Simbol Pada Tulisan Mengenal Sensor dan Actuator

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Recent Posts


%d bloggers like this: