puisi cinta

July 2, 2009 at 9:49 am Leave a comment

Assalamu’alaika ya Rasulullah…

Assalamu’alaika ya Habiballah…

Assalamu’alaika ya Nabiyallah…

Assalamu’alaika ya Sayyidal Mursalin…

“Ya Rasulullah, inilah kami, dari umatmu, kami hadiahkan untukmu segenap jiwa, hati dan rasa dalam jiwa kami. Ya Rasulullah, kami mencintaimu, merindukanmu, kami ingin bersama denganmu, kami tak ingin berpisah darimu. Ya Rasulullah, pandanglah kami dengan pandangan cintamu, rahmatmu dan syafa’atmu…”

Tak akan pernah habis membahas manusia besar Nabi Muhammad SAW, beliau seperti batu permata indah diantara batu kerikil, kehidupan beliau berisi akhlak karimah serta teladan bagaimana menghambakan diri kepada Allah SWT, juga cintanya yang begitu besar kepada umatnya.

Kitakah yang dirindukan Nabi?”

Suatu ketika sambil menengadahkan kepala ke atas, Nabi berkata kepada para sahabatnya dengan suara yang lirih,

aduhai…alangkah rindunya aku kepada saudara-saudaraku”.

Sahabat yang mendengar merasa iri, cemburu mendengar Rasulullah merindukan orang lain dan menyebut-nyebutnya, “Ya Rasulullah, siapa saudara-saudara yang tuan rindukan itu?”

Rasulullah malah balik bertanya, “menurut kalian siapa?”

pasti yang tuan rindukan adalah malaikat2 Allah SWT”.

Wahai sahabatku, mereka adalah para malaikat Allah SWT dan bukan saudara yang kurindukan saat ini”

Kalau begitu siapa ya Rasulullah? Apakah mereka para nabi Allah SWT?”

Mereka adalah utusan2 Allah namun bukan saudara yang sedang kurindukan”

Lalu siapa gerangan, apakah kami?” Tanya sahabat lagi

Kalian adalah sahabat2ku, tetapi bukan kalian yang aku rindukan saat ini”

Lalu siapa ya Nabi?”

Yang aku rindukan saat ini adalah orang-orang yang datang setelah aku meninggal dunia, orang-orang yang datang berates-ratus tahun setelah kepergianku, mereka tidak pernah menatap wajahku, mereka tidak pernah melihat mukjizatku, mereka tidak pernah bertemu denganku, tetapi mereka penuh keimanan kepadaku. Itulah saudara-saudara yang aku rindukan saat ini.”

Ya Allah …kitalah yang dirindukan Nabi, sungguh kita yang dirindukan Nabi saat itu. Bukankah kita datang setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, bukankah kita tidak pernah memandang wajah Nabi Muhammad SAW, tetapi bukankah kita penuh keimanan kepada beliau?, apakah wajah-wajah kita yang terbayang pada saat Nabi mengucapkan kerinduannya itu? Subhanallah….

Beliaulah satu-satunya orang yang sangat memikirkan kita, bahkan disaat beliau menanggung derita sakaratul mautnya. Yang beliau ingat bukan putri kesayangannya, Fathimah, bukan pula cucu tercintanya, Hasan dan Husein, melainkan umatnya.\

Beliau tertanya kepada jibril “Ya Jibril siapa yang akan menjadi penghibur hati umatku setelah aku tiada, siapa yang akan menjadi tempat kembali umatku di saat mereka bingung?

Jibrilpun menyampikan apa yang ditanyakan Nabi kepada Allah SWT, sampai Allah Ta’ala berfirman “Wahai jibril, katakana kepada kekasih-Ku, Muhammad, sesungguhnya surga masih akan terhalang sebelum umat Nabi Muhammad masuk, sesungguhnya syafa’at seluruh umat tidak akan berlaku sebelum syafa’at Nabi Muhammad untuk umatnya”

Mendengar ketetapan Allah SWT demikian, Rasulullah SAW berkata kepada jibril, “Wahai Jibril, jika demikian tenanglah hatiku”.

Sebelum nyawa sampai tenggorokan

Suatu ketika Allah SWT berfirman kepada Nabi SAW, “Ya Muhammad, Akan terima taubat dari umatmu jika mereka bertaubat setahun sebelum mereka meninggal dunia”

Nabi Muhammad bersedih, lalu berkata “Tambahkan ya Rabb kasihan umatku. Sebab ada yang baru sebulan bertaubat kemudian berniat memperbaiki kehidupan mereka tetapi malaikat Izrail mencabut nyawanya”

Lalu Allah berfirman kembali “Kalau begitu Aku tambahkan, jika mereka bertaubat kepada-ku sebulan sebelum mereka meninggal, Aku terima taubat mereka”

Lalu Nabi terus memohon kepada Allah agar ditambahkan batas waktu taubat bagi umatnya, mulai dari sebulan, seminggu, sehari…hingga Allah pun berfirman “Kalau begitu, Aku terima taubat umatmu sebelum nyawa mereka sampai di tenggorokan. Baru Aku tutup pintu taubat untuk mereka”.

Maka dengan leganya Rasulullah SAW menjaawab “Kalau begitu ya Allah hatiku jadi tenang”

Subhanallah… kita teringat akan kisah Fir’aun dalam Al-Quran, disaat-saat tenggelam di laut merah, sebelum nyawanya sampai di tenggorokannya dia sempat menyatakan keimanannya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil dan dia termasuk orang-orang yang berserah diri. Namun Allah menampik taubatnya, yang peristiwanya diabadikan dalam Al-Quran (surat Yunus ayat 91) “Mengapa sekarang kamu bertaubat, padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”

Begitulah taubatnya Fir’aun, seandainya dia termasuk umat Nabi Muhammad mungkin Allah menerima taubatnya. Karena itu alangkah nikmatnya menjadi umat Nabi Muhammad SAW……..(Allahumma Sholli Alaih)

Semoga kita semua dan keluarga kita juga termasuk umatnya Nabi yang dirindukannya, semoga kita semua mendapat syafa’atnya juga orang tua kita, anak-anak kita, keturunan kita semua, amin ya Rabbal alamin.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: , .

Gas untuk heat treatment pada Cast Iron dan Steel Foundries biji besi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Recent Posts


%d bloggers like this: