Membongkar File-file terproteksi

July 4, 2009 at 7:43 pm Leave a comment

Membongkar File-file terproteksi

Tidak berbeda jauh dengan dunia nyata, dalam dunia komputer pun hukum dasar itu tetap berlaku. Dengan peralatan (baca: software) yang berbeda, kita akan melihat file/folder yang berbeda pula. Sebagai contoh jika menggunakan tools bawaan windows yakni windows explorer untuk menjelajahi isi hard disk, pada kondisi defaultnya kita tidak akan dapat melihat file-file dan folder yang diset beratribut hidden dan system, kecuali jika kita sedikit melakukan perubahan setting pada folder option atau di registrynya.

Akan sangat berbeda ceritanya ketika kita menggunakan tools lain misalnya Partition Magic 8. Dengan aplikasi Partition Browser dari Partition Magic 8 ini, kita dapat melihat seluruh file dan folder beratribut hidden dan system (super hidden) tanpa perlu melakukan perubahan setting di folder option atau registry terlebih dahulu. Saat ini sudah sangat banyak aplikasi yang ditawarkan guna melindungi arsip atau program-program rahasia kita di komputer sehingga tidak mudah dilacak dan dibongkar oleh tangan-tangan lain. Aplikasi-aplikasi tersebut ada yang bersifat freeware serta sebagian lainnya berlisensi. Selain itu, metode proteksi yang ditawarkan setiap software tersebut juga berbeda-beda pula.

Salah satu aplikasi freeware yang sempat penulis coba adalah Folder Lockbox yang dapat diunduh dari situs resminya http://www.folderlockbox.com atau dapat juga diunduh di http://www.freewarefiles.com. Meskipun bersifat freeware, aplikasi ini cukup bagus karena tidak meninggalkan jejak pada popup menu dan juga dilindungi dengan password.

Ketika membukanya, kita harus memasukkan password terlebih dahulu. Dengan aplikasi ini sebuah folder akan disembunyikan sehingga sekalipun dicari dengan fasilitas search milik windows atau kita browse menggunakan Partition Magic tetap tidak akan ketemu. Hebatnya lagi, aplikasi ini dapat diaktifkan sampai ke safe mode (tetapi tidak akan aktif pada safe mode with command prompt dan hanya dapat digunakan untuk melindungi satu folder saja). Dengan begitu, untuk kelas yang benar-benar pemula dan belum terbiasa mengakses windows lewat safe mode with command prompt atau dos, tingkat proteksi folder/file dengan aplikasi ini sudah cukup lumayan. Benarkah demikian?

Jika anda pernah menginstall aplikasi bernama Paragon Rescue Kit 4 yang membundel salah satu aplikasi bernama Image Explorer, maka anda akan mulai meragukan kehandalan proteksi dari Folder Lockbox. Dengan Image Explorer tersebut, kita dapat melihat dan menjelajah isi folder yang sedang diproteksi oleh folder lockbox serta bisa membuka dan memindahkan setiap isinya ke tempat lain sekalipun kita hanya booting lewat mode normal. Jika ingin mencobanya, anda bisa menemuinya di http://www.paragon.ag atau di dalam CD majalah Komputer Aktif edisi 145.

Tampilan antar muka dari Image Explorer sangat sederhana dengan beberapa menu pada popup menunya, diantaranya export yang berfungsi untuk mengcopy isi folder tertentu ke tempat lain serta fitur-fitur lain yang cukup menarik (aku malas merincinya satu-persatu, capek ngetiknya) Selain Folder Lockbox, tools lain yang juga bisa ditelanjangi sistem proteksinya oleh Image Explorer yang sempat aku coba (karena keterbatasan pengetahuanku) adalah Hide File and Folder serta Easy File and Folder Protector  yang bisa dicomot dari http://www.softstack.com. Silahkan anda mencoba sendiri aplikasi-aplikasi protektor lain yang kian banyak bertebaran dimana-mana misalnya Lock Folder, Folder Security, dan masih banyak lagi (persediaan hampir tak terbatas).

Sekedar informasi, file executable dari Image Explorer ini hanya berukuran sekitar 960 KB, cukup mungil dan praktis untuk memulai kebiasaan mengintip dan mengerjai data-data rahasia teman. Setelah Paragon Rescue Kit 4 diinstall, anda dapat mengcopy Image Explorer ke komputer lain tanpa harus menginstallnya lagi. Beginilah tampilan antar muka dari aplikasi Image Explorer:

Gambar

 


Oleh reingkarnasi
Published: Agustus 15, 2007
Print   
Memang tidak mungkin melihat sebiji virus atau bakteri hanya dengan mata telanjang. Mungkin itulah sebabnya mengapa di zaman Fir’aun belum dikenal istilah virus ataupun bakteri. Tetapi dengan ditemukannya mikroskop, makhluk-makhluk mikroskopis yang kerap kali menyusahkan manusia tersebut berhasil dilihat, ditelanjangi, dan dianalisis secara detail. Kesimpulannya, apa yang dapat kita lihat sangat bergantung pada perlengkapan (instrumen) apa yang kita gunakan.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Melumpuhkan Server Windows XP Membajak SMS Satelindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Recent Posts


%d bloggers like this: